Selasa, 01 Juni 2010

Reunifikasi Jerman Barat dengan Jerman Timur

oleh
Ade Perkasa
208000076


BAB I
Latar Belakang Masalah

Jerman adalah salah satu negara yang berada di wilayah Eropa yang beribukota Berlin. Jerman mempunyai peran dalam perang dunia I dan perang dunia II. Pada perang dunia II, Jerman termasuk dalam salah satu negara yang kalah perang. Dari saat itu, negara Jerman sedang dalam keadaan yang tidak stabil dikarenakan hilangnya pemimpin mereka. pada tahun 1945, dimulailah perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet yang pada akhirnya membuat negara Jerman terbagi menjadi 4 bagian yang dikuasai oleh 4 negara, bagian barat di kuasai oleh Inggris, bagian selatan dikuasai oleh Amerika Serikat, bagian barat daya dikuasai oleh Perancis, dan dibagian timur dikuasai oleh Uni Soviet. Dari 4 bagian tersebut, negara Jerman akhirnya menjadi 2 bagian yang disebut Jerman barat dan Jerman timur.
Jerman barat dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis. Sedangkan Jerman timur dikuasai oleh Uni Soviet. Yang membatasi Jerman barat dengan Jerman timur adalah sebuah tembok, yang terkenal dengan sebutan Tembok Berlin.
Perang dingin yang berlangsung tersebut sangat berpengaruh dengan pemisahan negara Jerman menjadi 2 bagian ini.



BAB II
Identifikasi Masalah

Apa pengaruh yang terjadi pada saat perang dingin dan pasca perang dingin bagi negara Jerman?
Bagaimana akhirnya kedua negara Jerman yang terpecah bisa kembali bersatu lagi?


BAB III
Pembahasan

Jerman pada perang dunia ke-2 dengan pemimpin yang terkenal pada masa itu adalah Adolf Hitler, dengan cara pemerintahan yang sangat kejam, ia memimpin Jerman dalam perang dunia ke-2. Mengikuti banyak peperangan, dan melakukan genosida terhadap orang-orang yahudi pada masa pemerintahannya, Jerman pun banyak menginvasi negara-negara tetangganya. Banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh negara-negara musuh untuk membunuh Adolf Hitler, tetapi seluruhnya gagal dilaksanakan. Akhirnya, setelah tentara Jerman disingkirkan dari Polandia oleh pasukan Uni Soviet, Adolf Hitler memerintahkan pasukan-pasukannya untuk memberikan serangan terakhir ke sekutu yang terkenal sebagai ”The Battle of The Bulge”, dan juga memerintahkan tentara khususnya ke Perancis, tetapi rencananya ini gagal, di tahun 1945 akhirnya tentara Uni Soviet mencapai Berlin. Setelah tentara Uni Soviet menduduki kota Berlin, Adolf Hitler sudah merasa putus asa dan kalah, akhirnya dia melakukan bunuh diri.
Berakhirnya Nazi beserta masa kepemimpinan Adolf Hitler itu merupakan tanda kalahnya Jerman pada perang dunia ke-2, yang menyebabkan kurangnya kekuatan politik dan berbagai aspek-aspek penting bagi Jerman. Pada saat itu lah, negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, dan Uni Soviet, negara-negara yang memenangi perang dunia ke – 2 masuk dan menduduki negara tersebut. Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis adalah bagian dari blok barat (sekutu) sedangkan Uni Soviet adalah blok timur. Pembagian blok-blok barat dan timur ini sudah terjadi sejak perang dunia ke-II. Dari sinilah Jerman terbagi menjadi dua bagian, yaitu Jerman barat dan Jerman timur, begitu juga dengan ibukota Jerman, Berlin pun dibagi menjadi 2 bagian, Berlin barat dan Berlin timur.
Jerman timur menyatakan Berlin timur sebagai ibukotanya, sedangkan Berlin barat tidak menyatakan Berlin barat sebagai ibukotanya, Bonn adalah ibukota dari Jerman barat.
Pada Jerman bagian barat, yang dikuasai oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Perancis membentuk satu kesatuan yang dinamakan Bundesrepublik Deutschland (Federal Republic of Germany) yang mulai berjalan efektif pada tanggal 8 Mei 1949 . Jerman barat sebenarnya sudah bisa dikatakan berdiri sendiri, tetapi mereka tetap mempunyai pembatasan dalam pelaksanaan kedaulatan, seperti tidak boleh membuat senjata-senjata pemusnah massal seperti senjata nuklir, senjata biologi, ataupun senjata kimia. Sedangkan pada bagian timur yang dikuasai oleh Uni Soviet membentuk Deutsche Demokratische Republik (German Democratic Republic) pada tanggal 7 Oktober 1949.
Sebenarnya kedua kesatuan ini dibentuk sebagai pemerintahan pada kedua tempat tersebut, penggabungan ini dibentuk agar mempermudah aliansi-aliansi negara yang menduduki jerman untuk membangun pemerintahan setempat. Jerman barat dan Jerman timur memiliki sistem pemerintahan masing-masing dan memilih kepala pemerintahannya sendiri-sendiri.
Di Jerman barat dan Jerman timur sering terjadi pertentangan-pertentangan, seperti pertentangan ideologis dan politik, akibat dari pertentangan yang terus menerus berlangsung itu mengakibatkannya gagalnya segala usaha-usaha menyatunya kembali Jerman barat dan Jerman timur sehingga pemisahan kedua negara ini menjadi resmi setelah masing-masing diterima menjadi anggota PBB pada tanggal 18 September 1973, dan pada akhirnya kedua negara tersebut saling membuka hubungan resmi pada tanggal 20 Juni 1975.
Pada tahun 1947, perang dingin dimulai dengan adanya 2 blok yang berbeda, yaitu blok barat dan blok timur, blok barat adalah Amerika Serikat, sedangkan blok timur adalah Uni Soviet. Perang dingin adalah perang antara kedua pihak yang hanya saling berkonflik dalam urusan politik, ideologi, pengembangan kekuatan militer, dan kompetisi ekonomi. Yang paling menonjol dari perang dingin adalah pengembangan militernya, pengembangan kekuatan militer yang dilakukan kedua pihak ini ada berbagai macam, seperti meningkatkan jumlah persenjataan, pasukan militer, bahkan saling mengembangkan persenjataan nuklir di kedua negara tersebut. Perang dingin berlangsung setelah perang dunia II yaitu dimulai pada tahun 1947 sampai dengan 1991. Perang dingin ini sangat berpengaruh terhadap pemisahan negara Jerman.
Pada saat berlangsungnya perang dingin, masih banyak terjadi konflik ataupun perang yang melibatkan dua negara tersebut, walaupun tidak terlibat secara langsung, tetapi mereka terlibat di balik layar. Konflik-konflik dan perang tersebut seperti Perang Korea, Perang Vietnam, Cuban Missile Crisis, Berlin Blockade, dan lain sebagainya.
Berlin Blockade adalah salah satu dari sekian banyak hal yang terjadi pada saat perang dingin yang tepatnya di tahun 1948 sampai 1949, dimana pada pihak timur yang mulai memegang faham komunis, sedangkan di negara-negara yang termasuk dalam negara blok barat ingin memerangi faham komunis. Di sudut pandang yang berbeda, Amerika Serikat dan Uni Soviet mempunyai tujuan yang berbeda untuk Jerman, Amerika Serikat ingin membuat perkembangan pada Jerman barat, sedangkan Uni Soviet ingin mengambil atau memeras sumber-sumber yang berada di wilayah Jerman timur.
Blokade yang dilakukan oleh Uni Soviet terhadap Jerman timur pun dikarenakan oleh kekhawatiran Uni Soviet terhadap kekuatan Jerman, karena Uni Soviet sempat di-invasi oleh pasukan militer Jerman, dan Uni Soviet tidak ingin kejadian tersebut terulang. Uni Soviet akhirnya mem-blokade seluruh persediaan makanan, persediaan material, dan juga transportasi dari Jerman barat, khususnya transportasi kereta api yang berasal dari Jerman barat. Tetapi blokade tersebut dinilai tidak efektif bahkan bisa dikatakan merugikan, karena bukan hanya memperlambat dan mencegah perkembangan di Jerman barat, melainkan mempercepat aliansi sekutu untuk membuat satu kesatuan dan juga mempercepat terbuatnya NATO.
Disaat perang dingin berlangsung, blok barat membentuk NATO (North Atlantic Treaty Organization) yang dibentuk melalui North Atlantic Treaty pada April 1949. Perjanjian tersebut di tanda tangani oleh 12 negara yaitu Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Perancis, Belgia, Belanda, Luxemburg, Denmark, Itali, Norwegia, Islandia, dan Portugal. NATO adalah aliansi militer yang dibentuk oleh negara-negara diatas untuk mengantisipasi adanya serangan-serangan militer terhadap negara-negara yang menandatangani perjanjian tersebut. Pada Mei 1955, Jerman barat telah diakui sebagai anggota NATO.
Setelah terbentuknya NATO yang terlihat sebagai salah satu kekuatan baru di dunia, melihat itu Uni Soviet tidak bisa berdiam diri melihat blok barat menyatukan kekuatannya. Maka, Uni Soviet membentuk aliansi militer yang disebut sebagai pakta Warsawa (Warsaw Pact) pada tahun 1955 yang terdiri dari USSR, Albania, Romania, Bulgaria, Polandia, Ceko, Slovakia, Hungaria, Jerman timur.
Ada beberapa hal yang jadi sebab dibentuknya pakta Warsawa, yaitu khawatir dengan adanya Jerman yang kuat, karena Uni Soviet mencegah segala sesuatu agar tidak di invasi lagi oleh Jerman, apabila kekuatan Jerman yang sebenarnya bisa saja kembali lagi, itu adalah salah satu dari berita yang tidak bagus bagi Uni Soviet. Uni Soviet pun memperhatikan Amerika Serikat, karena NATO bisa dilihat sebagai aliansi Amerika Serikat di bagian Eropa, dari hal tersebut timbul pertanyaan mengapa Amerika Serikat memperlukan dan membentuk aliansi militer di wilayah Eropa. Satu hal yang paling penting adalah, bahwa Uni Soviet ingin tetap menyeimbangkan kekuatan terhadap kekuatan yang ada di wilayah barat, karena apabila wilayah barat memiliki aliansi militer yang disebut NATO, dan Uni Soviet berfikir bahwa wilayah timur pun harus membuat aliansi militer agar terjadi keseimbangan kekuatan (Balance of Power) antara kedua blok.
Ada beberapa perbedaan yang dapat dilihat antara NATO dengan Pakta Warsawa yang mempengaruhi 2 kekuatan besar pada zamannya.

NATO:

1. NATO memiliki wilayah yang terdiri dari perairan dan daratan, perairan bagi aliasi NATO merupakan dan termasuk dari hambatan bagi wilayah mereka karena akan mempersulit transportasi dan pemindahan persenjataan mereka.
2. NATO adalah aliansi yang volentir dari negara yang menganut sistem pemerintahan demokrasi.
3. Amerika Serikat adalah salah satu bagian penting dari NATO tetapi setiap anggota NATO-pun terlibat dalam pembentukan keputusan.
4. NATO memiliki kekuatan militer yang baik dalam bentuk keseluruhan.


Pakta Warsawa:

1. Moskow mempunya dominasi politik yang mencakup wilayah Eropa timur dan Eropa tengah.
2. Negara-negara yang termasuk dari aliansi Pakta Warsawa mempunyai kelebihan pada letak geografisnya (merupakan satu area besar) dan koneksinya, yang membuat kemudahan untuk memindahkan pasukan militer beserta persenjataannya.
3. Pakta Warsawa di kontrol dari satu tempat, yaitu Moskow

Tetapi, perbedaan antara Jerman barat dan Jerman timur semakin terlihat pada saat Jerman barat bergabung dengan NATO sedangkan Jerman timur bergabung dengan Pakta Warsawa. Perekonomian sekaligus sistem politik di Jerman barat terus berkembang, lain halnya dengan Jerman timur yang bergabung dengan Pakta Warsawa, Jerman timur semakin tertinggal. Mungkin perkembangan-perkembangan negara Jerman barat berkaitan dengan sistem pemerintahannya sekaligus sistem pemerintahan dari para negara blok barat, berbeda dengan Jerman timur yang dikendalikan oleh Uni Soviet, Uni Soviet terlihat tidak begitu memperdulikan Jerman timur sehingga perkembangan dari segala aspek-aspek pun sangat lambat.
Pada tahun 1958 sampai dengan 1962, Berlin menghadapi krisis memperlihatkan bahwa antara blok barat dengan blok timur tidak bisa merubah status kota tersebut secara sepihak tanpa adanya resiko terjadinya konfrontasi diantara kedua belah pihak tersebut. Pada bulan November 1958, Nikita Khrushchev memberikan ultimatum terhadap blok barat, yang pada intinya menjelaskan bahwa aliansi blok barat tidak setuju untuk menyelesaikan masalah tentang Berlin dalam jangka waktu 6 bulan, maka blok timur akan melakukan perjanjian perdamaian secara terpisah dengan Jerman timur. Kedua pihak tersebut pada tahun 1959 membicarakan tentang masalah tersebut tanpa adanya insiden. Pada bulan Juni 1961, Khrushchev menginginkan untuk menandatangani perjanjian perdamaian terpisah untuk Jerman timur apabila pihak blok barat tidak mencampuri berlin dengan tenggat waktu sampai pada akhir tahun 1961. Tetapi, pihak blok barat tidak melihat ultimatum tersebut sebagai ancaman, dan pada akhirnya, untuk menyelesaikan krisis beserta konflik tersebut, pada tanggal 13 Agustus 1961, pemerintahan Jerman timur yang didukung oleh Khrushchev menutup perbatasan antara Jerman timur dengan Jerman barat dengan mendirikan salah satu simbol dari perang dingin yaitu tembok Berlin.
Selain karena konflik tersebut, tembok Berlin di bangun untuk mengurangi perpindahan orang-orang kelompok intelektual dari Jerman timur ke Jerman barat, sekaligus mengurangi pengaruh-pengaruh yang diberikan oleh pihak Jerman barat yang bertujuan untuk mempengaruhi ideologi atau pemikiran politik penduduk Jerman timur.
Pada tahun 1985, Mikhail Gorbachev terpilih sebagai pemimpin Uni Soviet, tetapi sekaligus juga membuat perekonomian Uni Soviet runtuh, salah satu penyebab perekonomian Uni Soviet menurun secara drastis dikarenakan ketidak-mampunya Uni Soviet untuk mempertahankan perekonomian, sedangkan pada masa perang dingin Uni Soviet sangat banyak mengeluarkan uang untuk membeli peralatan-peralatan sekaligus perlengkapan militer yang digunakan untuk berbagai macam perang yang berlangsung selama kurang lebih 3 sampai 4 dekade.
Di tahun 1987, Mikhail Gorbachev membuat sebuah agenda ekonomi bagi Uni Soviet yang dikenal dengan sebutan Perestroika, yang membuat Uni Soviet lebih terbuka ketimbang sebelumnya. Kepemilikan bisnis pribadi pun sudah diperbolehkan oleh hukum setempat. Semua dijalankan agar perekonomian Uni Soviet bisa berkembang dan lepas dari keterpurukan ekonomi yang sedang dialaminya.
Adapun rencana bagi kedua pihak, baik blok barat maupun blok timur untuk mengurangi persenjataan seperti persenjataan nuklir kedua pihak, Amerika Serikat dengan Uni Soviet. Pada November 1985, Presiden Amerika Serikat, Ronald Reagen beserta Mikhail Gorbachev bertemu di Jenewa untuk merundingkan pengurangan senjata nuklir jarak menengah. Di akhir tahun 1985, Amerika Serikat meminta untuk membatasi persenjataan tersebut sebanyak 140 senjata nuklir yang terdapat di Eropa. Perjanjian tersebut pun terus menerus bertambah dengan seiring berjalannya waktu, kedua pihak Amerika Serikat dengan Uni Soviet bersama-sama mengurangi persediaan senjatanya. Dan di tahun 1987, Ronald Reagen bersama Mikhail Gorbachev menandatangani kesepakatan INF ( Intermediate-Range Force Treaty ) untuk menghilangkan seluruh persediaan misil jarak dekat dan menengah dari wilayah Eropa.
Pada tahun 1989, Mikhail Gorbachev dengan George H. W. Bush menandatangani START (Strategic Arms Reduction Treaty) yang termasuk dalam perjanjian bilateral yang bertujuan untuk mengurangi dan membatasi persenjataan strategis pada kedua pihak. START adalah salah satu perjanjian yang terbesar dan tersulit. Sebelumnya, negosiasi ini sering tertunda beberapa kali dikarenakan persyaratan Amerika Serikat yang dinilai tidak bisa dinegosiasikan oleh pemimpin sebelum Mikhail Gorbachev.
Selain banyak terjadinya hubungan-hubungan yang menguntungkan bagi kedua negara sekaligus dunia internasional, banyak juga negara-negara yang dulunya berada dibawah kekuasaan Uni Soviet mulai mau untuk berdiri sendiri, seperti mengadakan pemilihan umum, dan gerakan-gerakan lainnya yang berjalan di dalam negeranya masing-masing.
Akhirnya pada tanggal 9 November 1989, pasukan-pasukan dari wilayah Jerman timur yang juga termasuk dari Deutsche Demokratische Republik (German Democratic Republic) membuka beberapa gerbang di tembok berlin yang sedang dipenuhi oleh penduduk-penduduk Jerman, dan reaksi para penduduk langsung untuk menghancurkan tembok tersebut, akhirnya tembok berlin runtuh dan sekaligus selesainya perang dingin, Jerman barat dengan Jerman timur mulai berfikir untuk menyatukan negaranya menjadi satu.
Pada tanggal 18 Mei 1990, Jerman barat dengan Jerman timur menandatangani perjanjian yang menyangkut tentang hal ekonomi moneter dan sosial. Perjanjian bersatu kembalinya Jerman barat dan Jerman timur di negosiasikan pada pertengahan tahun 1990, dan diterima sepenuhnya pada tanggal 31 Agustus 1990, dan akhirnya disahkan oleh mayoritas besar dari Bundestag dan Volkskammer pada tanggal 20 September 1990 yang total dari isi perjanjian itu berisi lebih dari 1000 halaman.
Tepat pada tanggal 3 Oktober 1990, German Reunification pun akhirnya berjalan, yang hasilnya adalah bahwa Deutsche Demokratische Republik (German Democratic Republic) dan Bundesrepublik Deutschland (Federal Republic of Germany) pun akhirnya bersatu menjadi satu negara, yang sampai sekarang masih terus berdiri dan terus berkembang di berbagai bidang, dan sudah termasuk sebagai salah satu negara maju yang berada di wilayah eropa bahkan di antara negara-negara yang ada di dunia sekarang ini.
Setelah bergabungnya kembali kedua negara yang terpecah ini, selanjutnya negara Jerman hanya diwakili oleh satu negara saja di PBB ( Perserikatan Bangsa Bangsa ), Uni Eropa, dan organisasi – organisasi internasional lainnya.


BAB IV
Kesimpulan

Dimulai dari masa-masa perang dunia ke 2, perang dingin yang berlangsung kurang lebih sekitar 40 tahun, sampai selesainya perang dingin barulah kedua negara yang terpecah akibat kekalahan perang pada masa perang dunia ke-2 bisa bersatu kembali. Pada masa perang dingin berlangsung, terlihat pihak Jerman barat lebih berkembang dibandingkan dengan Jerman timur, karena Jerman barat bagaikan di “asuh” oleh 3 negara ( Amerika Serikat, Inggris, Perancis ) yang memiliki ideologi yang lebih terbuka dan juga menganut sistem demokrasi, berbeda dengan Jerman timur yang berada di bawah Uni Soviet yang menganut sistem komunis terlihat sangat tidak berkembang, penduduknya Jerman timur pun pada saat masa-masa berjalannya perang dingin saling berpindahan ke wilayah Jerman barat khususnya kaum-kaum intelektualnya yang menyebabkan penurunan berbagai bidang seperti perekonomian, sosial dan sebagai macamnya bagi pihak Jerman timur.
Perpecahan negara ini sangat terkait dengan perang dingin yang berlangsung antara dua kekuatan besar di dunia internasional.
Pada akhirnya, sampai saat ini sejarah tentang pecahnya negara Jerman menjadi 2 bagian pun masih teringat oleh penduduk – penduduknya sendiri yang sekarang sudah bisa hidup dengan damai, tidak seperti pada masa – masa perang seperti zaman tahun 1940 sampai 1990-an.



Daftar Pustaka

Internet :
http://www.johndclare.net/EC3.htm
http://www.pbs.org/wgbh/amex/bomb/peopleevents/pandeAMEX49.html
http://future.state.gov/when/timeline/1946_cold_war/berlin_crisis.html
http://www.berlinermauer.se/BerlinWall/bygg.htm
http://www.state.gov/www/global/arms/treaties/inf1.html
http://www.germanculture.com.ua/library/history/bl_wall_collapse_unification.htm

Buku :

Mauna, Boer (2005). Hukum Internasional – Pengertian, Peranan dan Fungsi dalam Era Dinamika Global. Bandung: Penerbit P.T. ALUMNI

Archer, Jules (2004). Kisah Para Diktator – Biografi Politik Para Penguasa Fasis, Komunis, Despotis dan Tiran. Jakarta: Penerbit NARASI

1 komentar:

  1. Nice article. Akan lebih baik jika pembahasan lebih fokus pada dinamika proses keputusan untuk keruntuhan Tembok Berlin dan menghentikan perang dingin.

    BalasHapus